Puisi Mbeling

Inilah buku pertama yang memuat puisi puisi mbeling karya Remy Sylado, pencetus gerakan puisi mbeling, dari 1971 sampai 2003.Dipilih sendiri oleh sang penyair, 143 puisi dalam buku ini akan membuat kita tersenyum, tertawa terbahak bahak, atau merenung Namun jangan salah sangka, di dalam kelakarnya Remy serius Dia menelanjangi sikap feodal dan munafik masyarakat kita, terInilah buku pertama yang memuat puisi puisi mbeling karya Remy Sylado, pencetus gerakan puisi mbeling, dari 1971 sampai 2003.Dipilih sendiri oleh sang penyair, 143 puisi dalam buku ini akan membuat kita tersenyum, tertawa terbahak bahak, atau merenung Namun jangan salah sangka, di dalam kelakarnya Remy serius Dia menelanjangi sikap feodal dan munafik masyarakat kita, terutama di kalangan pemimpin bangsasemenaan sekarang siapa yang bisa larangyang dulu lembut sudah berubah jadi garangdalam kampanye partai orang bawa parangseperti penyamun bopeng keluar dari sarangtapapun cerita ini tidak kamu sukamengungkapnya berarti mencoreng mukatapi coba kenang itu pengalaman dukabahwa kedua orde memang membawa lukainilah waktu paling pantas kita bukasatu kecut belimbing satu kecut cuka
Puisi Mbeling Inilah buku pertama yang memuat puisi puisi mbeling karya Remy Sylado pencetus gerakan puisi mbeling dari sampai Dipilih sendiri oleh sang penyair puisi dalam buku ini akan membuat ki

  • Title: Puisi Mbeling
  • Author: Remy Sylado
  • ISBN: 9789799100122
  • Page: 352
  • Format: Paperback
  • 1 thought on “Puisi Mbeling”

    1. seruuuu aku emang selalu suka kata-kata pilihan dia yang tepat dan . nakal ;)ANJINGKalau kau memujiku awet mudakau menyamakan aku bagai anjingSebab anjing dari kecil sampai tuawajahnya hanya anjing dan tetap anjing(p 5)

    2. 1292nd - 2011Tidak seperti baca buku puisi lainnya, baca buku ini tidak perlu banyak memikirkan makna yang tersirat, karena sebagian besar sudah tersurat. Kumpulan puisi yang nakal, penuh permainan kata, atau malah tak perlu kata-kata.Baca puisi di halaman 48 (1972) yang ini:Judul puisi:SEORANG PENYAIR LAPAR MENGIRIM PUISINYA KEPADA SEBUAH SURATKABAR PAGI LANTAS DIMUAT SETELAH ENAM BULAN MENUNGGU HONORNYA SELAMA TIGA BULAN PAS UNTUK BELI TAHU SUMEDANG DUA KERANJANG DAN SETELAH MEMAKANNYA SEMUA I [...]

    3. WAKTU DOA ULANGTAHUNterima kasih tuhan atas hidangan iniberhubung botty tiba-tiba kentutterpaksaamin kami ganti denganjancuk.(hlm. 52)

    4. puisi satirtentang kehidupan.hwasanya hidup tak selamanya indah.tu juga puisitak selamanya bertutur runut dan berjalan pada pakem yang ada

    5. Baca buku puisi ini serasa baca buku komik.kata-katanya ringan dan mudah dipahami tapi itu justru adalah yang menyenangkan buatku, karena tidak perlu bersusah payah memikirkan apa yang dipikirkan sang penyair kita langsung mengerti apa maksudnyamblangCara penulisannya-pun bervariasi ( tidak monoton ) ada tulisan judul saja tanpa ada kata-kata seperti dalam puisi " PUISI YANG BEBAS DARI KATA-KATA ". Terus ada juga beberapa simbol, lambang dan huruf-huruf asing yang mendeskripsikan isi puisi terse [...]

    6. Membaca buku ini dan buku Remy Silado lainnya, betapa akhirnya kita melihat bahwa Remy setia dengan ke-nge-pop-annya. Kredo yang bisa jadi membuatnya menyentil sohibnya Almarhum Hari Roesli ketika akan berangkat studi doktoral di bidang musik. Konon ia menyentil, apa perlunya musik dibuat seserius akademisi membuatnya. Dialog di Braga itu memperlihatkan perbedaan kedua sohib akrab.Puisi-puisi dalam buku ini pernah menyentak banyak tetua di bidang kepenyairan pada masanya. Sejauh mana tingkat "be [...]

    7. pertama kali tau buku ini pas ikutan acara di CCF,anak-anak dari buma sempat membuat musikalisasi-nya tapi gda niatan buat beli buku yg digelar (berdiskon) di muka ruang pertemuantapi dipinjemin dan dsruh baca buku ini,pas melihat isinya ternyata bagus tiap lantunan katanya lugas, berpasangan, saling mengait kuat, gda kesan vulgar walaupun berkali-kali ada selipan kisah 'selangkangan', gda kesan kasar meski sering disisipkan hujatan.Remy Sylado yang datang hari itumembaca slh satu puisi dalam bu [...]

    8. Sebagai karya yang (unik) lahir pada tahun 70-an, puisi ini dianggap sebagai pemutusan hubungan antara Chairilisme dan Pujangga Baru, mengarah pada persoalan gaya, dianggap sebagai perubahan yang signifikan di antara karya-karya yang ada saat itu. Sylado memformulasikan karyanya ini demi mengupas kesepedanan karya yang bermunculan, sebagai pengutip dari Chairil. Bermain-main pada tutur dan bentuk, Syalado berhasil pada eranya. Mungkin akan mengundang tawa para pembaca. Keberadaannya yang hanya s [...]

    9. "Banyak orang berkaki, tak berpendirian. Banyak orang berhati, tak berperasaan." (2004, h.201)"Kasih Ilahi demikian aku pertama mengenal tiada batas." (2004, h.33)Kubaca lalu kusenang, kumerenung, kutermenung dan kusenyum-senyum sendiri. Ah Puisi Mbeling memang Mbeling. All Hail Remy Sylado

    10. Tak hanya novel terkenalnya saja yang mengasyikkan, puisi mbeling Remy Sylado juga asyik. Dulu saya baca ini waktu SMP, masih terngiang puisinya yang "Kursi" hingga sekarang. Kadang teman-teman saya teriakkan, kalau nulis puisi jangan malu-malu, siapa tahu masuknya ke puisi mbeling. :p

    11. I never thought poems could be this out of the track, funny, and contemporer. I do really enjoy this book and will recommend it for those who are having self-doubt issue when trying to make a poetry.

    12. Good-humored, witty and sometimes even genius. The kind of poetry that doesn't make people frown at its 'high-couture'ness.

    13. Puisinya mbling-nya oke oke sekali! Sangat nyeleneh, di satu sisi sangat politik dan sisi lain sangat sinisme dan sesuka hati.

    14. "Saya memilih mbeling, bukan urakan. Kenapa? Karena mbeling itu istilah nakal tapi sembodo," ujar Remy.

    15. "nanti malamaku pasti datang padamuwalaupun bumi diguncang gempawalaupun kota dihanguskan apitapiasalkan tidak hujan."hahahahaha.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *