Critical Eleven

Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu It s when the aircraft is most vulnerable to any danger.In a way, it s kinda the same withDalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu It s when the aircraft is most vulnerable to any danger.In a way, it s kinda the same with meeting people Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta Sydney Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka.Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter karakternya, atau justru keduanya.
Critical Eleven Dalam dunia penerbangan dikenal istilah critical eleven sebelas menit paling kritis di dalam pesawat tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing karena secara statistik delapan pul

  • Title: Critical Eleven
  • Author: Ika Natassa
  • ISBN: 9786020318929
  • Page: 493
  • Format: Paperback
  • 1 thought on “Critical Eleven”

    1. Saya tidak bisa memberikan bintang untuk buku ini. This book is a joke. Clearly written by someone who never got pregnant and lost a baby before. Tertarik membaca buku ini karena beberapa teman mengatakan buku ini bagus walau ada juga yang bilang enggak. Hmm, kontra. Saya suka yang kontra dan ingin membacanya agar saya punya opini sendiri. Kisahnya berpusat pada Tanya dan Alle. Sepasang suami istri yang menikah setelah pertemuan tak sengaja di pesawat. Kisah cinta manis yang penuh bumbu cinta (d [...]

    2. I don't wanna create a war on my account, so I'm sorry if I only write the review on my blog and I write in English. reviewbukudaniel.i

    3. Ahh, kenapa gambaran Sefryana Khairil yang melambai-lambaikan novel Rindu di depan hidung saya yang terus-menerus membayang di pelupuk mata saya selama proses pembacaan Critical Eleven ini? Oh, Tuhan. Celakanya, saya bahkan belum menamatkan Rindu itu. Saya baru baca sinopsis dan (seingat saya) seperempat bagian novel itu. Tapi, kemiripan premis Rindu dengan Critical Eleven ini memang bedebah banget, ya. Bikin saya agak moody baca Critical Eleven. Dua-duanya berkisah tentang pergulatan batin untu [...]

    4. Oke, saya gak menyelesaikan baca buku ini. Gagal total. Menurut saya buku ini overrated, dan saya nyesel keluarin duit buat beli. Buat saya, redeeming factor-nya adalah sampul buku yang sangat menarik dan beberapa halaman pertama yang kedengeran agak "nyastra" dan dengan demikian tampak menjanjikan. Tapi selepas itu, wah membosankan.Tapi sebetulnya yang bikin kesel adalah, plot buku ini sama sekali ga ada hubungannya dengan pesawat, penerbangan, atau perjalanan. Padahal sampulnya (yang bagus itu [...]

    5. 2.5 Stars Akhirnya ngeriviu ini juga. Nah, ini riviu panjangnya (dan kayaknya ini riviu terpanjang yg pernah gua buat) :Cerita ini mengisahkan tentang kehidupan rumah tangga Ale dan Anya dan permasalahan dalam rumah tangga mereka yang nyaris membuat mereka berpisah (oke, yang pengen pisah cuma si Anya, si Ale keukeuh gak mau)Gua akan menjabarkan kesan negatif dan positif setelah baca buku ini. Sekarang kesan negatif dulu.Ada beberapa hal yang mengganggu dan kurang sreg di gua. Dan ini berdasarka [...]

    6. Maybe this is the most anticipated book of the year. Gimana enggak, teaser demi teaser yang dikeluarkan Ika selama 2 tahun akhirnya terbayar ketika kita bisa PO. Enggak nyangka bisa dapat (sempat ada dramanya juga hihi).Mungkin, karena title the-most-anticipated itu juga aku jadi memasang high expectation untuk buku ini. Come on, ini masterpiece terbarunya Ika gitu. Buku dia enggak pernah enggak bikin kagum (kecuali Twivortiare 2 yang jujur aja aku enggak minat). Karena itu, jadi enggak sabar bu [...]

    7. Akhirnya, selesai juga menemani kisah Ale dan TanyaRasanya antara lega kisahnya berakhir sesuai harapanku dan agak tidak rela sudah harus menutup halaman novel ini. Novel yang sanggup membuatku jungkir balik menahan perasaan selama proses membacanya, ini novel paling favoritku dari semua novel Kak Ika Natassa yang pernah kubaca.Aku benar-benar merasakan ikatan dan emosi yang kuat sekali, bisa merasakan semua perasaan yang berkecamuk diantara Ale dan Tanya. Pertemuan pertama mereka di pesawat Jak [...]

    8. Seperti yang pernah saya sampaikan dalam review saya untuk novel "Sunset Bersama Rosie", saya tidak suka buku yang sengaja mendramatisir tragedi untuk dijadikan sebuah kisah yang menyayat-nyayat hati. Buku ini salah satunya. Meskipun kalau mau dibandingkan, sesungguhnya penderitaan si tokoh utama perempuan, Anya, tidaklah seberat dan setragis penderitaan Rosie. Awalnya saya bertanya-tanya, apa yang membuat rumah tangga Ale dan Anya jadi berantakan begitu. Setelah mengetahui penyebabnya, saya mer [...]

    9. Mengetahui Ika Natassa sedang menulis buku terbaru pasca Antologi Rasa kurang lebih dua tahun yang lalu, bahkan Twivortiare 2 belum rencana terbit, saya sangat tidak sabar untuk segera membaca, kangen tulisan Ika yang bukan kumpulan tweet. Begitu baca cerpen Critical Eleven di Autumn One More, buku ini langsung menjadi buku yang wajib dibaca dan dikoleksi, menjadi salah satu buku yang sangat saya nanti-nantikan. Ditambah promosi yang dilakukan penulis, sebuah cerpen beberapa tahun sebelum terbit [...]

    10. overrated.Itu kesan sy setelah dengan susah payah membaca buku ini sampe akhir (walau dari setengah buku-akhir banyak part yg sy skip)Well, buku ini terlalu matre, dengan banyak quote dan referensi yg out of context alias ga nyambung sama ceritanya. Mungkin buat gambarin kalo karakternya adalah orang yg 'berwawasan' dengan gaya hidup modern, jetset dan sisi religius yg agak dipaksakan.Sampai sy bingung, ini katalog ato novel sih? penting banget ya ngasi tau pembaca tentang harga jam tangan yg sa [...]

    11. Finally finished my first Ika Natassa (which also happen to be my comeback to Indonesia literary after such long years. Last time? 5 Cm)!I don't know what is it that is so wrong about me reading an Ika Natassa's book, but lot of my friends stared at me in such confusion (reaction varied from 'you read Ika Natassa? :|' to 'I got a headache seeing you reading her work'). Probably because I projected myself as someone who is more likely into literary heavyweight such as Calvino, or Dostoevsky?(surp [...]

    12. Saya bisa tiba-tiba rewel ketika mereview buku. Saya masih belum menemukan apa rumusannya sampai saya jadi seperti itu. Satu hal yang pasti saya akan rewel ketika mereview buku ini, jadi bagi yang tidak tahan, tidak perlu baca review saya. Penting untuk diingat, saya belum membaca banyak buku, jadi pendapat saya bisa saja salah.Here it goes.Berikut ini beberapa detail dari novel ini yang ingin saya kemukakan:*) Saat membaca novel, saya sesungguhnya kurang menyukai dua bahasa yang digunakan dalam [...]

    13. Jika beberapa bulan ke belakang dunia perbukuan Indonesia “dijajah” oleh novel terbaru Ilana Tan, In a Blue Moon, belakangan ini ada satu judul novel yang best seller di toko buku-toko buku di Indonesia termasuk yang online. Novel ini berjudul Critical Eleven. Novel yang berasal dari sebuah cerpen berjudul sama yang terdapat di kumpulan cerpen metropop, Autumn Once More.Tidak berlebihan kalau buku ini diklaim terjual 1.111 copy dalam 11 menit lewat pre-order bulan juli lalu. Sampai sekarang [...]

    14. I'm debating whether I should give 2 stars or 2.5 stars.The characters are pretty exciting but the story is not. I can't even bring myself to read page by page.I feel bad. I'm sorry.

    15. Hmmm2 stars and half.Jadi begini, semenjak saya jatuh cinta sama karakter Beno. Saya memang memburu semua buku Ika Natassa . Tapi seperti memakan makanan yang sama berhari-hari, itulah kemudian yang saya rasakan. Ika Natassa terjebak pada pakem penokohan karakter yang sama. Saya sempat merasa dejavu, dan jujur itu yang membuat saya agak males-males baca tapi butuh buat menyelesaikan novel ini. Hal itu juga yang akhirnya membuat saya mengurangi sekian bintang untuk novel ini. Tokoh yang dibuat Ik [...]

    16. Ada penulis-penulis yang dilahirkan dengan magic untuk membuai pembaca dengan kalimat-kalimat sederhana dalam narasinya, tanpa perlu diksi berbunga-bunga yang bisa bikin sakit kepala. Narasi lho ya, bukan dialog--karena ada juga penulis yang lebih hidup dengan dialog. Penulis tipe pendongeng narasi ini biasanya legendaris. Sebut saja JK Rowling, Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa. Setiap membaca karya mereka, kita bisa dengan mudah masuk ke ceritanya tanpa berpusing-pusing ria mencerna.Ika Natassa jug [...]

    17. Pertama, masih gak percaya dapet PO bukunya (karena sebelumnya saya gak dapet PO Twivortiare 2 yang maha dahsyat itu). PO Critical Eleven ini saya sangat sangat riweuh sampai merepotkan banyak teman di kampus hehehe.Kedua, masih gak percaya kalo udah selesai baca bukunya.Kebiasaan saya, kalo bukunya itu seru, saya tunda-tunda bacanya. Dikit-dikit berhenti, liat udah seberapa tebel halaman yang saya baca, gimana perbandingannya dengan halaman sisa yang belum saya baca. Saking gak relanya itu buku [...]

    18. “Jakarta itu labyrith of discontent. Dan semua orang, termasuk aku dan kamu, setiap hari berusaha untuk keluar dari labirin itu. The funny thing is, ketika kita hampir berhasil menemukan pintu keluar labirin ini tapi malah ketemu hambatan lagi, pulling us back into the labyrinth, Kita justru senang karena nggak perlu tiba di titik nyaman. It’s the hustle and bustle of this city that we live for. Comfort zone is boring, right?” –Critical Eleven, hlm. 11Masih teringat di benak Anya ketika [...]

    19. Review Kandang Baca: kandangbaca/2015/10/crPertama kali muncul sebagai cerita pendek dalam buku kumpulan cerpen metropop berjudul Autumn Once More, Critical Eleven yang ditulis Ika Natassa sudah membuat banyak pembaca jatuh hati sekaligus penasaran. Dalam cerpen tersebut, dikisahkan seorang wanita tengah berada dalam sebuah perjalanan dengan pesawat terbang, sedang mengenang awal pertemuannya dengan seorang lelaki yang kelak menjadi kekasihnya. Namun sungguh disayangkan, perkenalan manis tersebu [...]

    20. Similar to every love story Ika Natassa has her own style of exploring her fictional characters. I have to admit that I have fallen in love with Ale and what more imagining him as that handsome Reza Rahadian and; OMG his character is an every girl’s wish! Ika has done a great job in making all of the characters alive. She has narrated the story really well. Although the narration is a bit cliche, but she use a different approach to reach the my heart. She could have said it straight to reach t [...]

    21. "Hidup ini jangan dibiasakan yang instan-instan, Le, jangan mau gampangnya saja. Hal-hal terbaik dalam hidup justru seringnya harus melalui usaha yang lama dan menguji kesabaran dulu.Gw pertama kali kenal nama Ika Natassa waktu baca bukunya yang berjudul divortiare. Karena gw lumayan suka sama ceritanya, akhirnya gw beli juga A Very Yuppy Wedding sama Antologi Rasa. Dari yang awalnya suka, lama2 gw mulai lumayan eneg terbiasa dengan gaya nulisnya yang gado-gado, karakternya yang hampir sempurna, [...]

    22. Well, buku Ika Natassa yang pertama saya baca adalah A Very Yuppy Wedding, dan setelah itu saya memutuskan bahwa karya dia tidak cocok dengan selera saya. Hei, no offense, saya menghormati karyanya dan para fans setianya, hanya saja saya tidak termasuk di dalamnya. Jadi ketika ika mengeluarkan buku buku barunya, sebut saja twivortiare, divortiare, saya tak tergoda sama sekali untuk membelinya.Lalu di awal tahun ini saya membaca kumpulan cerpen yang diterbitkan untuk memperingati ulang tahun Gram [...]

    23. Nyaris kehabisan napas demi selesai baca novel ini. Udah paling pas, bisa baca hasil pinjam ke saudara.Well, too much drama can kill you.

    24. Baiklah, ada juga waktunya untuk menulis review. Saya membaca hampir semua buku dari Ika Natassa. Buku pertamanya yang saya baca adalah Twivortiare kemudian saya membaca buku sebelumnya, yaitu Divortiare. Akhirnya Antologi Rasa dan AVYW. Saya membaca Twivortiare 2 dan hingga saat ini belum pernah membaca Underground dan Autumn Once More. Tapi bolehlah ya saya bilang bahwa saya menunggu karya-karya dari kak Ika. Critical Eleven adalah buku terbaik kak Ika. Saya suka ide ceritanya dan memang kak I [...]

    25. niafajriyani/2017/01/CIni adalah satu-satunya karya Ika Natassa yang isinya menurut saya tolerable. Saya tetap tidak menyukai karakter kakak-beradik Risjad, tho -- termasuk si Aldebaran a.k.a Ale itu. Satu-satunya lelaki Risjad yang saya sukai hanya Risjad Sr. GOD Bless you, sir, karena berkat Anda si Ale jadi lebih MIKIR.(view spoiler)[Etdah, boy, lama amat situ dapetin insight tentang apa yang dihadapi bini sendiri. Kalau bukan berkat obrolan dengan Risjad Sr, saya yakin ni lakik peak kaga jug [...]

    26. "yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya." Benar apa yang ditulis di bagian blurb novel ini. Ika Natassa benar. Selama baca, aku nggak bisa lama-lama bersimpati pada Anya dan drama berkepanjangannya. Juga pada Ale, setelah tahu hal krusial apa yang dikatakannya pada sang istri. Kadang capek dengan drama suami-istri ini. Tapi, scene di mana Ale memeluk erat Anya di sebuah kafe itu jelas bagian yang paling bikin terenyuh. Ya, aku sempat dibuat suk [...]

    27. I really enjoyed the-four-hours i spent last night reading this book. I only stopped one time, when my baby was awake and i need to breastfeed her. And when my baby woke up the second time, I didn't even stop reading, because i was breastfeeding my baby, on the bed, in sleeping position, WHILE still reading the book. The situation pretty much describe how i was drowned into the story and didn't want to stop reading it until I finish it.I really love the way Ika Natassa write her books, and She d [...]

    28. Banyak yang bertanya buku ini bercerita tentang apa, dan sering kali aku menjawab buku ini lebih mengarah ke life after marriage. Itu singkatnya. All I could think about marriage is the sweetness, the endless love and passion. Tapi ternyata pernikahan enggak semudah membalikkan telapak tangan. Pernikahan juga berarti kita mempercayakan masa depan kita bersama pasangan kita. Apa kamu udah sanggup menyerahkan hati kamu untuk digenggam oleh dia yang bisa membawamu kelangit tertinggi atau menjatuhka [...]

    29. Saya selalu suka karya Ika Natassa. Setelah terakhir membaca Twivortiare 2, saya excited sekali begitu tahu Mbak Ika mau menerbitkan buku lagi. Waktu Critical Eleven terbit pertama kali, saya sedang tidak berada di Tanah Air untuk waktu yang cukup lama, jadi saya benar-benar ketinggalan momen euforia Critical Eleven bersama para pembaca lainnya #kindofsad #hahaha. Singkat kata, saya akhirnya berhasil juga membaca buku ini.Saya suka konsep ceritanya, gaya penulisannya (selalu), juga dengan pengga [...]

    30. Jangan pernah baca ini kalo lagi kerja, khususnya pekerjaan yang membutuhkan bertatap muka dengan klien.Padahal bilang aja jangan baca ini kalo lagi jaga toko, Ul.Iya, liburan tiga bulan ini saya habiskan dengan jaga toko baju Ibu di Baltos (BTW yang mau mampir beli baju buat pacar/istri/ibu/mertua/adik, silakan, dapet diskon kok kalo bilang situ temennya Aulia) dan mengikuti perbaikan nilai matkul yang C.Untung, di hari Jumat tanggal 14 Agustus ini, toko sepi. Untung maksudnya gak ada yang nany [...]

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *